Droupadi, didirikan pada tahun 2015, adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada mempromosikan penelitian untuk menghasilkan karya advokasi dan perubahan kebijakan di tingkat lokal dan nasional. Sesuai dengan visi Droupadi, seluruh kegiatan Droupadi berbasis riset. Sejak awal Droupadi didirikan oleh para aktivis, ilmuwan sosial (antropolog, sosiolog, psikolog), birokrat, dan politisi dengan satu ide dasar: ada kesenjangan interaksi antara aktor: negara, akademisi (dan LSM), dan masyarakat. Droupadi mencoba menjembatani para pihak.

Sejak 2015, karya Droupadi bersifat kolaboratif. Pada 2015-2017, Droupadi bekerja sama dengan Pusat Kajian Perempuan dan Gender Universitas Indonesia melakukan penelitian tentang akses perempuan terhadap kesehatan reproduksi. Kegiatan ini dilanjutkan dengan workshop yang bekerjasama dengan Program Pascasarjana Kajian Gender – School of Strategic and Global Studies Universitas Indonesia, Departemen Hukum dan Masyarakat Universitas Indonesia, Van Vollenhoven Institute Universiteit Leiden, dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia. dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Pada 2018-2020, Droupadi dengan dukungan IRI membentuk Satgas Jawa Barat. Satgas ini merupakan kerjasama Droupadi dengan 66 organisasi masyarakat di tingkat Kabupaten/Kota dan Provinsi Jawa Barat. Gugus Tugas ini dibangun dengan satu gagasan utama: menjadikan Jawa Barat sebagai provinsi yang aman bagi semua orang. Droupadi bekerjasama dengan jaringan LSM seperti Gusdurian, Umah Ramah, Sekolah Kebinekaan, dll. Kegiatan ini juga bekerjasama dengan Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga Provinsi Jawa Barat .

Melalui kerjasama ini, Droupadi mencoba memetakan lokasi dan akar penyebab potensi konflik sektarian di masyarakat, serta membangun pemahaman akan perlunya literasi dan sikap kritis terhadap hoax dan ujaran kebencian di media sosial. Kegiatan ini menghasilkan modul pelatihan literasi media terhadap ujaran kebencian dan berita bohong. Modul ini telah diterapkan di delapan kota, dengan peserta lebih dari 300 orang. Peserta kegiatan ini adalah para pegiat media sosial, influencer, pers mahasiswa, pers sekolah, pers komunitas, dan mereka yang tertarik untuk bergabung.

Pada saat yang sama, Droupadi juga bekerjasama dengan Bawaslu Provinsi Jawa Barat dan beberapa partai politik untuk membuat Buku Saku Kampanye Sehat yang berisi model kampanye yang fokus pada visi dan program daripada menggunakan hoax dan kebencian. pidato. Buku saku ini telah digunakan di 8 kota di Jawa Barat sebagai panduan dalam melakukan kampanye

Tindak lanjut dari kegiatan Droupadi bersama Bawaslu menghasilkan Satuan Tugas Politisi Berintegritas pada tahun 2020. Kumpulan politisi dari berbagai parpol yang sepakat membangun iklim politik di Jawa Barat yang berintegritas, bebas dari berita bohong, kampanye yang tidak menggunakan ujaran kebencian terhadap kelompok tertentu, dan tidak menggunakan politik uang. Kegiatan ini menghasilkan Modul Pendidikan Politik untuk Kader Muda Partai Politik.

Pada Februari 2020, Droupadi bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Jakarta melakukan penelitian mitigasi bencana alam di enam kabupaten/kota di Jawa Barat, serta kegiatan penelitian peningkatan partisipasi perempuan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musyawarah Rencana Pembangunan Desa) di sepuluh kota.

Sayangnya, pandemi berdampak serius pada program Droupadi. Ketika pemerintah menyatakan akan memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat, hal ini membuat banyak kegiatan Droupadi tidak dapat dilakukan, termasuk pelatihan modul untuk kader muda partai politik yang semula diadakan di sembilan kota dan penelitian tentang mitigasi bencana di enam kota.

Sepanjang 2020-2021, Droupadi akan lebih banyak melakukan aktivitas online melalui zoom meeting atau live IG, dengan memunculkan berbagai diskusi publik tentang pentingnya literasi dan sikap kritis dalam menghadapi ujaran kebencian dan berita bohong, termasuk penguatan peran perempuan di desa. pembangunan dan pengembangan masyarakat yang tahan bencana

Pada tahun 2021, Droupadi bekerja sama dengan Pusat Penelitian Gender dan Anak di 32 perguruan tinggi negeri dan swasta melakukan penelitian kuantitatif dengan fokus pada pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di perguruan tinggi. Hal ini mendorong dikeluarkannya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia 30/2021 tentang Pencegahan dan Pengendalian Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi.

Sejak November 2021-Februari 2022, Droupadi melakukan penelitian implementasi Permendiknas 30/2021 di 12 perguruan tinggi di enam provinsi. Hasil penelitian akan dipublikasikan